Notification texts go here Contact Us Buy Now!

Kembalikan Hak Memilih Konsumen GSM!

Kembalikan Hak Memilih Konsumen GSM!

"Keep your number,
enjoy a better network with...."

Itulah moto di halaman utama sebuah situs provider telekomunikasi GSM di negara tetangga yaitu MAXIS di Malaysia.

Moto itu bukan sekedar trik matketing melainkan diawali oleh regulasi pihak pemerintah dengan niat melindungi konsumen agar korporasi perusahaan GSM tidak bisa mengikat konsumen dan memberikan konsumen hak memilih jasa mana yang terbaik menurut mereka.

Dengan motto itu konsumen yang menggunakan layanan jasa telekomunikasi GSM lainya bisa membuat perbandingan layanan mana yang ingin mereka gunakan.

Di Malaysia ada beberapa jasa layanan telekomunikasi GSM selain MAXIS. Antaranya DiGi, Celcom, dan lain sebagainya dimana semua jasa layanan tersebut sama-sama berusaha bersaing secara sehat dan merebut hati konsumen dengan layanan-layanan mereka.

Seorang konsumen yang tadinya memakai MAXIS bisa beralih kepada DiGi atau Celcom atau lainya dalam waktu 24-48 jam hari bekerja dengan tetap mempertahankan Nomor MSISDN atau nomor HP GSM mereka.

Dengan adanya regulasi tersebut maka konsumen berhak memilih mana layanan yang mereka suka karena sifatnya konsumen adalah raja dari pemberi layanan!

Berbeda di Indonesia. Sejak zaman kemuncukan teknologi Selular GSM dimana yang terbesar adalah jasa telekomunikasi seperti Telkomsel adalah antara yang mendominasi dan mempunyai pelanggan terbesar. Kemudian muncul provider-provider lain seperti XL, 3 (Three), Axis dan lain sebagainya.

Pada fase kemuncukan provider baru ini, provider pemain baru ini harus bekerja keras untuk memperkenalkan jasa layanan mereka. 

Karena tidak mudah mengajak konsumen lain untuk "murtad" meninggalkan provider lama mereka agar berpindah ke jasa layanan mereka sehingga terciptalah ekosistem merebut pasar dengan banting harga hancur-hancuran dengan tawaran yang menggiurkan namun tidak permanen dan bersifat sementara!

Semula ini ekosistem bagus bagi konsumen. Namun ada satu masalah dimana konsumen harus memiliki kartu GSM baru dengan nomor baru!

Sementara nomor lama terpaksa di pertahankan karena sudah terlanjur dikenali oleh rekan, bisnis, keluarga dan kolega dan secara tidak lansung sudah menjadi identitas bagi konsumen.

Disinilah dilemanya. Konsumen dibebani oleh pilihan yang tanpa pilihan!

Sejak saat itu penjualan gadget buatan negara tiongkok dengan membandrol teknologi dual-sim banjir di pasaran. Akhirnya kebutuhan import semakin besar.

Ada banyak lagi efek lain akibat terbenturnya regulasi dari pemerintah karena nomor MSISDN itu hanya milik sebuah provider dan tidak bisa di alihkan ke provider lain!

Untuk menggunakan layan lain harus memiliki nomor MSISDN baru dan kartu sim baru memaksa harus memiliki HP baru atau HP dual-sim.

Inilah yang di sebut mengikat sehingga terjadilah harga-harga promo yang mengguirkan di awal dan tidak permanen setelah konsumen terikat karena bertahan dengan nomor yang lama dan kebetulan sudah menjadi prioritas nomor tersebut digunakan untuk komunikasi kepada banyak pihak.

Apalagi sistem integrasi perbankan, alamat email, dan sampai akun media sosial terikat dengan nomor MSISDN ini untuk tujuan verifikasi kode keamanan. 

Ini semakin mencengkam konsumen agar terus tunduk dan patuh kebijakan perusahaan telekomunikasi tanpa banyak pilihan!

Karena nomor MSIDN itu milik Provider GSM bukan milik Konsumen! Sehingga sebagaimana buruk sekalipun layanan itu konsumen terpaksa mempertahankan nomor tersebut karena 'terlanjur' terikat dengan jasa layanan lain atau secara sosial dan bisnis nomor tersebut sudah jadi identitas agar tidak kehilangan pelanggan yang menjadi identitas tersebut.

Jadi bersama ini saya menyarankan agar Eksekutif disisi Pemerintah dan Legislatif disisi Dewan Rakyar agar membuat kebijakan, bahwa nomor MSISDN itu menjadi milik konsumen sepenuhnya dan konsumen berhak ganti jasa layanan yang mereka inginkan tanpa ganti atau tambah nomor baru. [kmi]

Cc:

#KOMINFO #TELEKOMSEL #INDOSAT, #THREE, #XL #SMARTFREN #DPR

Oleh : Saipul Bakri

Getting Info...

إرسال تعليق

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.