Notification texts go here Contact Us Buy Now!

Carut-Marut Sebuah Sistem Kerajaan

Carut-Marut Sebuah Sistem Kerajaan

Kala sebuah wabah melanda seluruh BUMI. Terdapat lah sebuah negeri antah berantah, di mana negeri tersebut lekat dengan cerita dan sandiwara.

Sang RAJA bertitah kepada para punggawa punggawanya untuk bersama-sama bekerja mencegah dan memerangi wabah yang melanda. Tak sedikit taktik di jalankan dan di terapkan, namun tak jua mampu meredakan wabah yang melanda. Lalu pada satu ketika sang RAJA memanggil para Punggawa nya untuk berkumpul di balairung istana utama.

Tak memerlukan waktu lama mereka pun berkumpul dan haturkan sembah pengabekti di hadapan sang RAJA.

"Kalian aku kumpulkan kembali untuk membahas wabah pandemi ini, jadi aku harap kepada kalian untuk memberikan gagasan yang kalian punya."
Sang Patih pun menghaturkan sembah.

"Ampun Gusti Prabu, bagaimana kalau kita mulai memberlakukan social distancing agar rakyat keluar hanya seperlunya saja."

"Lalu bagaimana dengan masalah pangan rakyat kita paman patih?"

"Kita tak usah risau gusti, kita bisa berikan bantuan melalui harta simpanan kerajaan kita."

"Apakah mencukupi simpanan kerajaan kita, sedangkan rakyat kita pun banyak."

"Ampun Gusti, kita dapat memilah serta memilih siapa dan kriteria yang bagaimana yang berhak mendapatkan bantuan."

"Bagus juga gagasanmu, tapi apakah tidak akan makin memperkeruh suasana?"

"Saya yakin tidak gusti, sebab kita masih punya cadangan para buzzer-buzzer yang nantinya akan mengalihkan perhatian rakyat dengan tulisan tulisan mereka di jejaring sosial."

"Baiklah kau atur saja bagaimana baiknya saja." 

"Sendiko dawuh gusti."

Tak berselang lama keluarlah pengumuman tentang pysicall distancing yang mulai di terapkan. Dan di barengi dengan pengumuman bantuan dengan berbagai nama dan jenis.

Tersebut ada satu desa terpencil yang jauh dari keramaian kotaraja. Masyarakat desa tersebut mengetahui pengumuman tersebut. Sebagian dari mereka berbinar karena adanya bantuan dari kerajaan mereka.

Namun di sisi yang lain tampak pula ada yang se akan menganggap lelucon saja. Bahkan sebagian dari mereka ada yang menganggap itu hanya trik kerajaan agar rakyat mau menaati aturan keluar rumah seperlunya.

Tak begitu dengan Lurah desa tersebut. Dia bermuram durja dan gelisah merana. Bukan karena soal tak bisa memanfaatkan celah dari bantuan tersebut. Namun dia bingung harus bagaimana cara melaksakan perintah sang Raja tersebut.

Lalu dia mengambil gulungan lontar yang dia terima dari demang wilayah tersebut. Dia mulai mengulang membaca nya.

Saya perintah kan kepada semua Lurah tanpa terkecuali, berikan bantuan dana kepada rakyat sejumlah 600 koin emas, dengan mengambil 25% sampai 35% dari bantuan tahunan yang kerajaan berikan. Dan pastikan semua harus menerimanya. Tertanda - Raja

Dia berfikir keras, bagaimana untuk menghadapi rakyat yang telah tahu pengumuman di sosial media bahwa bantuan tersebut Per KK. Sedangkan dana yang boleh di ajukan hanya 25% dari dana tahunan. Padahal di desa ini hampir 1000 lebih KK yang menghuni. 

Dia pun tak habis fikir dengan aturan-aturan RAJA yang sekarang. Mudik di Larang namun pulang Kampung di perbolehkan. Pasar tradisional di tutup namun pasar-pasar modern malah di buka hingga jam malam.

Juga kenapa harus banyak PRIBUMI di PHK, namun tenaga kerja kerajaan lain di datangkan. Dengan dalih mereka adalah tenaga kerja ahli yang sementara di datangkan.
Apakah benar begitu?. 

Sedangkan tenaga kerja itu adalah pekerja dari kerajaan asal mula wabah tersebut. Belum lagi keluar nya bantuan tentang Listrik yang terkesan tebang pilih bahkan banyak nya berita PKL di obrak-abrik oleh prajurit apabila nekat membuka lapak.

Tak begitu dengan Warung-warung modern mereka akan di panggil bila ada viral di sosmed. Ah tak taulah mengapa sekarang sistem kerajaan menjadi carut marut seakan tak berjalan antara atasan dengan bawahan. Gumam sang Lurah sambil menatap kosong jauh ke halaman.

Dari segi bantuan saja sudah banyak timbul kesenjangan maupun kecemburuan sosial di antara rakyat penerima dan bukan penerima. Seakan-akan rakyat di benturkan dengan sesama rakyat.

Sampai kapan dagelan RAJA dan para Punggawa nya berakhir...? [kmi]

Getting Info...

Posting Komentar

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.