![]() |
| Ilustrasi Penipu Online / Net |
Bukan hanya penjual yang melakukan penipuan, pembeli pun kerap melakukan penipuan dengan pembayaran palsunya.
Teringat tahun kemarin, waktu saya dan suami memutuskan untuk mencoba menjual Cover Mobil lewat grup facebook, semua yang komentar dan berminat kerap meminta untuk COD, tapi waktu itu lokasi pembeli jauh dari lokasi pengerjaan, dia di pulau sumatera dan saya dari pulau jawa, dan banyak juga yang sekedar tanya tanya, tapi kebanyakan peminat ketakutan kalau saya adalah adalah pedagang online penipu, yaa itu akibat maraknya penipuan online yang sering terjadi, jadi orang banyak berasumsi negatif pada pedagang online meski tidak semua begitu.
Waktu itu, ada yang menghubungi saya lewat whatsApp, dia membeli cover mobil sebanyak 2 cover seharga 1juta tanpa tanya tanya dulu seperti pembeli yang lain. Dia sudah mengirimkan bukti struk pembayaran dari bank mandiri, nampak asli tapi uangnya belum masuk ke rekeningku.
"Mbak, uangnya belum masuk"
"Oh begitu, itu ngambilnya harus pake kode virtual, jadi mbak sekarang harus pergi ke ATM dulu, nanti saya tuntun biar uangnya masuk"
Bodohnya aku nurut saja, karena mungkin itu mode pembayaran baru.
"Hallo mbak? Sudah di ATM belum, ini biar suami saya yang menjelaskan"
"Sudah mbak, ini gimana?"
Lalu aku dituntun untuk mengklik "TOP-UP" aku mulai curiga karena kata 'top up' biasanya untuk mengisi saldo.
"Transaksi gagal terus mbak ini gimana?"
"memangnya saldo mbak ada berapa?"
"80ribu"
"oh berarti mbak harus isi saldo dulu satu juta, nanti transaksinya lancar"
Aku jawab
" Oh mau coba nipu ya?? Eh dengerin ya, kali ini aksi lo gagal, untung gue sadar kalo gue mau lo tipu, kalo nyari uang yang halal woy!!, dasar lu ngabisin waktu gue aja kurang ajar, harusnya lo berterimakasih sama gue lo gagal berdosa" ( pake logat sunda )
Auto di blok Watsappku. [kbm]
Oleh : Insan Penyayang
