![]() |
| Ilustrasi Menulis / Net |
Aku terkejut saat membaca tulisan seseorang yang mengatakan bahwa jilbab adalah budaya Arab, bukan Syari'at Islam. Mungkin kalau orang biasa yang menulisnya, darah ini tak terlalu mendidih. Tapi dia memakai embel-embel USTADZ yang menyertai namanya.
Sebagai umat Islam, walaupun aku belum Istiqomah memakai jilbab, tapi ada rasa marah yang membuncah saat dia mengatakan kita harus menyelamatkan Indonesia dari budaya Arab yang mewabah. Aku tak tau dia menuntut ilmu dimana, sampai dia dapat pemikiran demikian.
Padahal sudah jelas Allah mewajibkan jilbab untuk wanita muslimah, dalam Al-Qur'an Surat Al-Ahzab ayat: 59, dan Surat An-Nur ayat: 31.
Tolong ya!
Kepada orang terkait, jika kau menyukai keluargamu tak menggunakan jilbab, jangan gunakan embel-embelmu untuk merusak akidah sebagian umat yang sudah kadung menjadi jamaahmu.
Dengan berdalih para orang besar dinegeri ini, yang istri-istrinya tak berjilbab, dia meracuni pikiran orang.
Dengan bangganya juga dia mengatakan bahwa dengan dicontohkan istrinya yang notabene istri seorang ustadz, banyak wanita diluar sana yang semula berjilbab, jadi melepas jilbabnya.
Yang lebih miris lagi, melihat kolom komentar, ternyata jumlah yang pro sangat banyak, karena memang yang kontra pun sudah dihapusin sama dia.
Dari situ sudah jelas, bahwa dia hanya mencari pembenaran untuk pendapatnya sendiri. Bukan berdasarkan hukum Islam.
Na'udzubillah!
Sadarlah!
Jika kau hanya ingin terkenal, banyak cara positif yang bisa kau lakukan.
Tanpa harus mempermainkan AGAMA. [kbm]
17012020
Oleh : Neyza Annora
