![]() |
| Ilustrasi Suami Istri / Net |
"Apaan sih, Dek. Pegang-pegang tangan."
Tidak kuhiraukan celoteh suamiku. Terus saja aku mengelus tangannya, kemudian menggenggamnya.
"Mas!"
"Hmm."
"Kok ndak deg-degan lagi, ya. Seperti dulu waktu kita pacaran," Aku mengelus pipi suamiku, berharap ada rasa ser-seran seperti dulu.
"Ah! Biasa saja," ucapku pelan.
"Kamu ni kenapa to, Dek? Dari tadi kok tangannya gerayangan ndak jelas gitu," sungut suamiku.
Aku hanya nyengir, sambil bergelayut manja, tanpa rasa ser-seran.
"Mas!"
"Hmm."
"Cinta ndak sama aku?"
Suamiku meletakkan gawainya, kemudian menghadapku.
"Kalau ndak cinta, aku sudah ninggalin kamu, Dek," ucapnya kemudian.
"Tapi kok ndak deg-degan ya, Mas?"
Sengaja kucium pipi suamiku. Tetap tidak ada rasa.
"Berarti kamu yang ndak cinta sama aku, Dek," ucap suamiku lagi.
"Sembarangan!" Aku mencubit lengannya.
"Kalau kamu deg-degan ndak, Mas. Dari tadi kugerayangin?" sambungku.
"Ndak!" jawab suamiku singkat.
"Cuma nganu," sambungnya.
"Nganu apa, Mas?" Kelepaskan pelukanku.
"Nganu lah! Sudah, jangan bahas," tukasnya.
"Aku penasaran lho, Mas. Nganu apa to?" kuguncang-guncang bahu suamiku.
"Mau tau?" Suamiku berkata sambil melotot.
Aku hanya mengangguk penasaran.
"Ya sudah! Ayo ke kamar." Tanganku ditariknya dengan kuat.
"Waduh! Ndak jadi, Mas!" teriakku.
"Tidak boleh nolak." Suamiku menggerak-gerakkan telunjuknya di depan hidungku.
Brakkk!
Pintu kamar ditutup.
TIMIT
Ma'af jika unfaedah. [kbm]
Oleh : Kiara Win
