Notification texts go here Contact Us Buy Now!

Memeriksa HP Suami

Ilustrasi Cek HP Suami
Ilustrasi Cek HP Suami / Net

Suatu malam, Sarah susah tidur. Sementara, suaminya sudah pulas di sebelahnya.

Sudah capek dengan gadgetnya, rasa kantuk belum juga menyerang. Iseng, Sarah ambil HP suaminya.

Biasanya dia tidak pernah megutak-atik HP suaminya itu. Tapi, kali ini, karena tidak tahu mau ngapain lagi, dia penasaran ingin melihat-lihat isinya.

Rupanya HP itu terkunci. Dia coba usap beberapa kombinasi pola kunci layar, tidak berhasil.

Tak hilang akal, dia raih tangan suaminya. Dia tempelkan jempol tangan kanan suaminya ke sensor fingerprint HP, layar tetap tak bisa terbuka. Dia coba tempelkan ke empat jari lainnya, juga tidak bisa.

Dia beralih ke tangan kiri. Dia tempelkan jempol, gagal. Dia tempelkan telunjuk, "aha, akhirnya terbuka," Sarah tersenyum girang.

Dia periksa galeri, tidak ada yang aneh. Hanya berisi foto-foto keluarga. Dia cek aplikasi WA. Juga tidak ada yang mencurigakan. Grup-grup WA nya pun hanya beberapa. Diantaranya grup kantor dan grup bapak-bapak komplek perumahan tempat mereka tinggal.

"Hmm, sepertinya suamiku memang pria yang baik," kembali Sarah tersenyum karena senang. Dia lirik suaminya yang masih lelap. Kemudian dia kecup pipinya. Suaminya sedikit bergerak, tapi kemudian kembali diam dalam tidurnya.

Sarah lanjut memeriksa call register. Dia ingin tahu, siapa saja yang sering ditelpon suaminya.

Di daftat teratas tertulis "Kekasihku". Iseng, sarah telpon kontak dengan nama "Kekasihku" itu. Kemudian HP nya yang berada di meja rias berdering.

Sarah terharu. Kembali dia kecup suaminya. Rupanya nomor HP nya dicatat dengan nama "Kekasihku" di daftar kontak HP suaminya. "So sweet.." Sarah bahagia tak terkira.

Dia lanjut scroll call register ke bawah. Terlihat ada banyak sekali panggilan pada "IMAM".

"Imam? Siapa ya? Oh, mungkin ini Imam Masjid komplek rumah," pikir Sarah.

Dia ambil HP nya, dia lihat nomor HP Imam Masjid Komplek, ternyata tidak sama dengan nomor "IMAM" yang tercatat di HP suaminya.

"Imam yang mana ini, ya? Atau, mungkin ada teman suamiku bernama Imam?" Profilnya tidak pakai foto. Kenapa sering sekali suamiku menelpon nomor ini? Sarah penasaran.

Dari pada terus penasaran, Sarah coba kirim pesan ke nomor itu.

"Assalammualaikum..."

Sarah sengaja kirim ucapan salam saja, supaya netral. Karena dia tidak tau, siapa "IMAM" ini.

Rupanya pesan langsung tercentang dua dan berubah warna jadi biru, pertanda sudah dibaca. Kemudian terlihat di layar "IMAM sedang mengetik".

Beberapa detik kemudian, masuk pesan balasan. Sarah segera membukanya.

"Eh, kok tumbem malam-malam berani menghubungi MAMI?" Apa gak takut ketahuan sama mak lampir?"

Sarah langsung merah padam. IMAM itu rupanya kebalikan dari kata MAMI.

Emosinya meledak. Dia lirik tongkat softball di pojok kamar. [kbm]

Oleh : Afri Zon

Getting Info...

إرسال تعليق

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.