![]() |
| Ilustrasi Bitcoin / Net |
Heboh dan Viral mengenai Bitcoin ketika mata uang ini nilainya meningkat pada puncaknya di akhir tahun 2017 yang lalu.
Bitcoin pernah meningkat dengan harga tertinggi yaitu $19.340 dollar AS atau setara sekitar Rp261 juta Rupiah Indonesia pada Kamis (7/12/2017) per satu Bitcoin.
Hal ini yang membuat banyak pihak baik kelompok atau orang perorangan untuk sama-sama berinvestasi pada mata uang digital ini.
Apa itu Bitcoin?
Bitcoin adalah sebuah uang elektronik yang dibuat pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Nama tersebut juga dikaitkan dengan perangkat lunak sumber terbuka yang dia rancang, dan juga menggunakan jaringan peer-ke-peer tanpa penyimpanan terpusat atau administrator tunggal di mana Departemen Keuangan Amerika Serikat menyebut bitcoin sebuah mata uang yang terdesentralisasi.
Tidak seperti mata uang pada umumnya, bitcoin tidak tergantung dengan mempercayai penerbit utama. Bitcoin menggunakan sebuah database yang didistribusikan dan menyebar ke node-node dari sebuah jaringan P2P ke jurnal transaksi, dan menggunakan kriptografi untuk menyediakan fungsi-fungsi keamanan dasar, seperti memastikan bahwa bitcoin-bitcoin hanya dapat dihabiskan oleh orang memilikinya, dan tidak pernah boleh dilakukan lebih dari satu kali.
Sejarah Bitcoin
Kemunculan perdana Bitcoin di depan publik adalah pada bulan Januari 2009, ketika ada seseorang atau sekelompok orang yang menggunakan nama Satoshi Nakamoto meluncurkan kode open source perangkat lunak Bitcoin.
Block pertama dari blockchain Bitcoin yang diluncurkan ini dapat diartikan sebagai sebuah pernyataan, sebuah petunjuk, atau hanya sebagai penanda tanggal: ‘The Times 03/Jan/2009 Chancellor on brink of second bailout for banks’ (Menteri Keuangan segera melakukan bailout bank kedua). Kalimat ini merupakan salah satu judul utama di koran The Times pada tanggal yang sama.
Bisa jadi Nakamoto hanya memilih judul pertama yang mereka lihat di surat kabar terdekat. Namun, para pengikut setia cryptocurrency setuju bahwa ini adalah sebuah pernyataan yang memiliki makna khusus.
Pada masa itu, krisis finansial 2008 masih berlangsung dan kemungkinan besar Bitcoin adalah sebuah bentuk reaksi kemarahan dan kekecewaan akan keadaan sistem keuangan kita saat itu.
Kode Bitcoin kemungkinan telah dibuat pada tahun 2007, dan indikasi kemunculan pertamanya adalah pada bulan Agustus 2008, ketika nama domain ‘bitcoin.org’ didaftarkan.
Beberapa bulan kemudian, para anggota dari milis kriptografi menerima sebuah laporan berjudul ‘Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System’ dengan ‘Satoshi Nakamoto’ sebagai penulisnya.
Transaksi Pertama Bitcoin
Hal Finney, seorang cypherpunk (pendukung penggunaan kriptografi dan teknologi yang meningkatkan privasi) yang banyak terlibat di dalam komunitas kriptografi, adalah orang yang menerima transaksi perdana Bitcoin. Finney mengenang pengalamannya melalui sebuah tulisan di suatu forum pada bulan Maret 2013:
" Saya sangat mencintai dunia kripto, serta misteri dan paradoks yang disuguhkannya. Ketika Satoshi mengumumkan Bitcoin melalui milis kriptografi kami, tanggapan yang ia terima bernada skeptis… sedangkan tanggapan saya cenderung lebih positif.
Saya telah lama tertarik pada skema pembayaran kriptografik… Saya bahkan mencoba membuat sendiri mata uang berdasarkan proof-of-work…
Karena itu, menurut saya Bitcoin ini sangat menarik… Ketika Satoshi mengumumkan peluncuran pertama dari perangkat lunak tersebut, saya segera mengambilnya. Sepertinya saya adalah orang pertama selain Satoshi yang menjalankan bitcoin. Saya menambang blok 70an, dan saya adalah penerima transaksi bitcoin pertama ketika Satoshi mengirimkan sepuluh koin kepada saya sebagai percobaan.
Saya berbincang dengan Satoshi melalui email selama beberapa hari berikutnya… Kini, identitas Satoshi yang sebenarnya telah menjadi suatu misteri. Namun pada waktu itu, saya berpikir saya sedang berkomunikasi dengan seorang pria muda keturunan Jepang yang sangat pandai dan tulus. Saya memiliki keberuntungan mengenal banyak orang yang cemerlang selama hidup saya, karena itu saya tahu bahwa ia adalah salah satunya. "
Hal Finney meninggal dunia pada tahun 2014, namun warisannya untuk membangun sistem keuangan yang lebih baik, pekerjaan amal, dan kegiatan kriptografinya masih terus berjalan.
Satoshi Nakamoto
Di akhir tahun 2010, Nakamoto menyerahkan tongkat estafetnya kepada seorang pengembang software bernama Gavin Andresen, dan dengan demikian secara resmi mendesentralisasi jaringan Bitcoin. Sebelumnya, kendali atas kode Bitcoin relatif tersentralisasi karena hanya Nakamoto yang dapat melakukan perubahan pada kodenya.
Nakamoto membuat posting forum terakhir pada tanggal 12 Desember, dan masih menanggapi beberapa email sporadis selama beberapa waktu, sambil tetap berkomunikasi dengan Andresen hingga sekitar akhir bulan April – dan kemudian menghilang untuk selamanya. Menurut kabar, Nakamoto meminta Andresen untuk mengabaikan anonimitasnya ketika membahas Bitcoin di depan publik.
Sejauh yang kami ketahui, Nakamoto tidak terlibat lagi dalam perubahan apapun yang dibuat sejak saat itu.
Transaksi Pertama Barang Fisik dengan Bitcoin
Pada 22 Mei 2010 dan orang itu adalah Laszlo Hanyecz, programmer komputer yang tinggal di Florida, Amerika Serikat.
Dialah orang pertama yang menggunakan Bitcoin untuk transaksi di dunia nyata dengan membeli dua pizza Papa John’s senilai 10.000 BTC. Dan, si penerima Bitcoin itu adalah Jeremy Sturdivant, dikenal dengan Jercos. Saat itu, Bitcoin masih belum dianggap bernilai sepeser pun; masih senilai kurang dari satu sen. Namun, itu dulu.
Ia pun terkenal dengan julukan Pria Pizza Bitcoin. Sejak itu, setiap 22 Mei penggemar Bitcoin di seluruh dunia merayakan Hari Pizza Bitcoin untuk menandai kejadian itu.
Saat ini, satu Bitcoin bernilai $8,360.08 dollar AS atau Rp113,659,467 Juta Rupiah. Jika memakai kurs sekarang nilai Bitcoin yang dibelanjakan Hanyecz itu telah mencapai $83,647,900 dollar AS atau setara Rp 1,36 Triliun Rupiah!
Hanyecz memperkirakan telah menghabiskan sekitar 100.000 BTC atau sekitar US$ 800 juta. Ia mengaku tak hanya membeli pizza dengan Bitcoin, ada pula barang-barang lain, tapi kebanyakan memang untuk membeli pizza..
Minggu (19/5/2019), ia muncul untuk pertama kalinya di televisi di acara 60 Minutes di Stasiun Televisi CBS. Anderson Cooper, pembawa acara, terlihat heran dengan keputusan Hanyecz kala itu.
“Itu uang sebesar US$ 800 juta Anda habiskan untuk pizza?” tanya Cooper.
“Ya, jika anda melihat itu dengan nilai tukar saat ini,” jawab Hanyecz yang kini bekerja untuk perusahaan ritel online GoRuck.
“Apakah Anda sempat berpikir saat terbangun di malam hari, sebetulnya saya bisa memiliki US$ 800 juta andaikata saya tidak membeli pizza itu?”
“Saya kira, berpikir seperti itu tidak baik bagi saya,” kata Hanyecz.
Cara Memulai menggunakan atau Bisnis Bitcoin?
Sebuah pertanyaan yang terkadang agak susah untuk dijawab karena pertanyaan tersebut memiliki segudang jawaban yang berbeda-beda. Tetapi apabila Anda seorang yang benar-benar baru di Bitcoin dan pertama kali mengenal Bitcoin maka saya sangat menyarankan untuk melakukan 5 langkah awal untuk memulai langkah pertama anda dalam memasuki dunia Bitcoin:
1. Membuat Dompet Bitcoin Anda
Ada banyak jenis Dompet Bitcoin baik offline maupun online. Karena pemula penulis menyarankan menggunakan dompet online antaranya; Coinbase atau Indodax.
Untuk Coinbase bisa lansung daftar disini [bit.ly/DaftarKeCoinbase].
dan untuk Indodax bisa lansung daftar disini [bit.ly/DaftarKeIndodax].
Untuk secara peribadi penulis menggunakan Coinbase cukup mudah di gunakan, juga bersifat internasional. Dan alasan yang paling spele adalah kemanan data peribadi.
Setelah mendaftar anda akan mendapatkan sebuah alamat publik kurang lebih seperti ini, 19oreAajojAvS2Q3C3y7mVgHbZtan2pkNA .
Alamat Publik Dompet Bitcoin adalah mewakili alamat penerima pembayaran atau kalau di perbankan ibaratnya Nomor Rekening. Namun setiap akun mana-mana Dompet Bitcoin memungkinkan memiliki banyak alamat publik dalam satu akun untuk tujuan berbeda.
2. Cara mendapatkan Bitcoin
Ada banyak cara mendapatkan Bitcoin. Secara tradisional sejak kemunculan Bitcoin, orang-orang mendapatkan Bitcoin dengan cara di tambang karena bulir-bulir Bitcoin berada pada node-node (Jaringan Internet) dengan algoritma yang sangat sulit di pecahkan dan harus menggunakan perangkat komputer yang kuat dan tentunya mahal.
Di awal kemunculanya masih bisa di tambang menggunakan Komputer sekelas pentium 4 dan keatas. Namun seiring waktu berlalu tingkat kesulitan al-goritma akan semakin meningkat disesuaikan dengan jumlahnya yang semakin sedikit untuk di tambang.
Pengalaman penulis mendapatkan Bitcoin hanya secara semi-gratis. Ibaratnya tanpa modal kecuali modal komputer dan Internet. Sekrang pakai telfon pintar sudah bisa meski hanya sedikit-sedikit (Tapi kan lama-lama jadi bukit).
Salah satunya penulis mendapatkan Bitcoin melalui situs Freebitcoin disini, [bit.ly/DaftarKeFreeBitcoin].
Seiring waktu berlalu sejak pertama penulis mulai mengumpulkan Bitcoin sejak tahun 2013, hanya secara gratis! Hampir tidak ada yang penulis beli kecuali beberapa sahabat penulis yang tiba-tiba terdesak butuh dana tunai dan penulis membeli lansung darinya.
Ada banyak cara lainya untuk mendapatkan Bitcoin baik itu secara halal maupun tidak halal sama halnya seperti mata uang konvensional. Tinggal anda berpetualang di dunia maya dan anda akan menemukanya. Karena terlalu panjang jika di tulis semuanya.
Cara jual-beli Bitcoin
Begitu juga cara menjual agar kita bisa mendapatkan matauang konvensional melalui Bitcoin yang kita miliki, ada banyak platform untuk menjualnya baik melalui Market Trading, Currency Exchange Online sampai kepada menjual secara offline bertemu pembeli secara lansung (COD) dan bertransaksi melalui barcode scanner.
Demikian sekilas tentang "Matauang Elektronik Bernama Bitcoin". [kbm]
Oleh : Saipul Bakri
24/Januri/2020
Kab. Kuningan
