Notification texts go here Contact Us Buy Now!

KPK Dulu Lebih Jahat Dari KPK Sekarang

KPK
KPK / Net

Fakta mereka tak bisa dibantah. KPK sebelummya lebih jahat dari sekarang. Begitu jahatnya mereka, banyak di antara petinggi KPK yang tersandung kasus hukum.

Kita mengenal nama Antasari Azhar. Beliau di penjara karena dituduh terlibat kasus pembunuhan. Juga Abraham Samad. jabatannya tak berlanjut karena terlibat pemalsuan dokumen di masa lalu. Pun Bambang Widjojanto. Kolega Abraham Samad ini sempat digelandang aparat karena dituding memberi keterangan palsu dalam persidangan sengketa pilkada.

Terakhir Novel Baswedan. Begitu jahatnya Novel sehingga ia layak disiram air keras oleh oknum aparat dengan tudingan penghianat.

"Jahat sekali KPK," dengus mereka.

Saya setuju. KPK masa lalu memang lebih jahat dibanding KPK produk 4.0. Saking jahatnya, ratusan pejabat mulai dari tingkat menteri, gubernur, bupati/walikota, pengusaha, anggota parlemen, meringkuk di sel KPK. Tak ada belas kasih. Tak ada kompromi.

Bahkan saat SBY menjabat, KPK nekat mengobrak-abrik dapur umum partai penguasa. Tak peduli SBY itu presiden atau mantan jenderal, KPK dengan jahatnya mengenakan seragam oranye kepada ketua umum Partai Demokrat yang dipimpin Anas Urbaningrum saat itu.

SBY tak berkutik. Dia lebih suka partainya turun pamor daripada membela perilaku korup bawahannya. Dan partai besutan SBY meroket ke bawah akibat kejadian tersebut. KPK mulai dicurigai. Namun gagal dikebiri.

Kebencian terhadap KPK mencapai puncaknya setelah kekuasaan berganti. Penikmat uang haram dari Sabang sampai Merauke bersepakat, "KPK adalah Thaliban. Thaliban adalah teroris. Teroris harus dilumpuhkan. Mereka jahat!"

Deradikalisasi teroris yang berlindung dibalik baju KPK mesti dilakukan. Perlahan, namun pasti. Syetan merestui. Dan mereka bersyukur. KPK era sekarang sudah sesuai dengan benak mereka. KPK tidak akan sejahat KPK yang dulu. Mereka sudah berubah bagaikan kucing manis di dalam bis. Enak dielus-elus. Mereka orang-orang yang baik.

Betul. Begitu baiknya KPK sekarang, mereka tak berani mendobrak dapur partai penguasa ketika akan melakukan penggeledahan.

"Kita orang timur, semua masalah bisa dibicarakan baik-baik. Datanglah lagi pekan depan, Ki Sanak."

Begitulah narasi untuk membuktikan KPK era sekarang lebih baik dari yang dulu. Tuker pikiran. Dan mungkin kelak bertukar informasi. Silaturahim harus dijaga. Itulah ciri khas bangsa timur. Bangsa berbudi. Bangsa yang gampang kemasukkan angin. Mencret jadinya!

Dan garansinya mungkin jelas, semua insan KPK bakal nyaman menunaikan tugas. Konon, Insan KPK sudah menyandang status abdi negara. Mereka ASN. Kasus mirip Antasari hingga Novel kemungkinan besar tidak akan terulang lagi pada mereka. Sesama abdi negara saling menjaga nama baik.

Di alam fiksi, menantu jahat kaya raya tetap jadi kebanggaan mertua. Di alam nyata, KPK baik pastinya disayang penguasa! [kbm]

Oleh : Jon Erwin

Getting Info...

إرسال تعليق

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.