Notification texts go here Contact Us Buy Now!

Kepingin Dinikahin Ampe Segitunya

Ilustrasi Video Viral
Ilustrasi Video Viral / Net

Lagi viral di grup-grup whatsapp tentang postingan video seorang gadis yang mengaku sebagai mahasiswi kebidanan dan baru berusia 20 tahun, "mengobral" harapan ingin dinikahi oleh ikhwan, katanya yang berniat serius dan mendatangi rumahnya kelak ia akan terima dengan senang hati.

Menonton video tersebut bagi saya pribadi terasa konyol aja, terhadap apa yang dilakukan sang gadis di video tersebut. Pertanyaan simpelnya; Apa ga ada cara lain yang lebih syar'i untuk mendapatkan jodoh hingga mengobral di medsos seperti itu?.

Kalaupun video tersebut hanya bertujuan untuk joke /becandaan saja, menurut saya juga sama konyolnya, apalagi memang video tersebut viral di grup-grup ikhwan yang sudah beristri, akhirnya memantik rumpian para ikhwan sesumbar kepingin nikahin tuh si akhwat. Meskipun candaan sok merasa mau berpoligami, tapi menurut ane pribadi ga pantes aja dan norak jika soal nikah dan poligami selalu dijadikan bahan candaan.

Mengapa membecandakan poligami itu menjadi sesuatu yang asyik dikalangan ikhwan yang sudah menikah?, karena tidak sedikit di antara para ikhwan yang masih memiliki stigma bahwa semakin banyak istri semakin hebat, semakin menunjukkan kemampuannya, entah kemampuan seksual, finansial atau apapun itu, ya intinya memang berpoligami itu dianggap sesuatu yang membanggakan karena selain "mampu menjalankan sunnah", juga menunjukkan kemampuan-kemampuan sebagai laki-laki di atas rata-rata kemampuan pria yang hanya menikahi satu istri.

Alasan tersebut yang akhirnya memicu para ikhwan untuk saling membuat candaan dengan ungkapan; "kapan ente nambah" , "udah sikat aja", silahkan embat itu akhwat jadikan yang kedua" dan bla..blaa..blaa rumpian lainnya.. menurut saya pribadi di situlah letak noraknya. Poligami jadi bahan candaan ajang "menunjukkan kemampuan", bukan lagi sebagai syariat yang agung nan mulia, sebagaimana halnya syariat pernikahan, poligami sebenarnya tak ada bedanya terkait adab dan tanggung jawab, yang membedakan hanya di kultur masyarakat kita yang sebagian masyarakat masih norak mempersepsikan poligami, baik itu di kalangan yang kontra dan menolak mentah-mentah syariat poligami, ini juga termasuk kelompok yang dableg, namun mereka yang menggampangkan persoalan poligami, apalagi sampai dijadikan bahan rumpian dan candaan juga sama dablegnya.

Kembali ke kasus akhwat tersebut, jadi kalaupun benar sang akhwat tersebut pengen cari calon suami, apa faidahnya dia mengobral di media sosial dengan gimmick agak centil dan genit seperti itu?. Padahal kita tau 1001 beragam macam karakter manusia di medsos ini luar biasa variasinya. Bagaimana ia mau mendapatkan calon imam yang baik, tapi ia lakukan dengan cara norak, centil genit dan di tempat liar seperti medsos ini?. Mungkin alasannya ikhtiar, oke tidak ada salahnya ikhtiar, tapi ikhtiar juga kudu pake ilmu, banyak cara untuk bagaimana kita mengupayakan agar mendapatkan jodoh yang terbaik, bisa bergabung dan berkumpul dengan orang-orang shalih di majelis Ilmu, mungkin dengan banyaknya teman dan relasi sesama teman di majelis ilmu menjadi asbab bagi kita dikenalkan dengan orang yang baik juga sebagai jodoh kita, atau bisa juga meminta kepada ustadz atau ustadzah untuk membantu mencarikan calon imam yang baik yang bisa bertanggung jawab untuk menikahinya, dengan cara seperti itu jauh lebih menjaga kehormatan diri sang akhwat juga meminimalisir efek-efek buruk tanggapan dan hasrat dari orang-orang yang gak beres sebagaimana yang marak di dunia medsos.

Intinya semua dikembalikan lagi kepada kemauan kita untuk menuntut ilmu, karena sesungguhnya jika kita selami syariat Islam yang begitu sempurna ini, kita akan menemukan bagaimana Islam juga mengatur dan memperhatikan agar bagaimana ummatnya ini bisa membina bahtera rumah tangga itu dengan baik, bahkan hingga pada tahapan proses perkenalan /ta'aruf hingga memasuki kehidupan rumah tangga yang sangat kompleks.

Kurangnya ilmu dan bimbingan mengenai aturan dan syariat Islam dalam diri kita, hanya akan membuat diri kita bertingkah bodoh dengan melakukan hal-hal yang norak yang tanpa sadar bisa menjatuhkan kehormatan dan harga diri manusia itu sendiri khususnya bagi kaum hawa.

Semoga Allah senantiasa membimbing dan menjaga diri kita dengan ilmu yang bermanfaat. [kbm]

Aamiin Yaa Robbal 'Aalaamiin..

Wallahu A'lam Bish Showab.

-Maulana Yusuf Abu Fathiya-

Oleh : Abu Fathiya

Getting Info...

Posting Komentar

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.