Notification texts go here Contact Us Buy Now!

Jahiliyah Modern

Ilustrasi Makkah Jaman Jahiliyah
Ilustrasi Makkah Jaman Jahiliyah / Net

Zaman boleh jadi sudah modern. Teknologi boleh saja. sudah canggih. Gadget boleh punya edisi paling mutakhir. Tapi jangan bangga kalau masih punya pemikiran jahiliyah.

Bagaimana maksudnya?

Pemikiran jahiliyyah ini tak ada bedanya dengan kaum Arab di masa sebelum Nabi berdakwah. Mungkin sebagian kita mengira yang dimaksud masyarakat jahiliyyah itu kondisi masyarakatnya masih bodoh, tidak terpelajar, bahkan terbelakang. Tapi ternyata tidak demikian.

Masyarakat Arab saat itu bukan masyarakat yang tingkat kecerdasannya rendah. Justru masyarakat Arab sedang ada di puncak peradaban kesusastraannya.

Tak hanya itu, kaum pedagangnya punya ilmu bisnis yang mumpuni karena kiprah dagangnya sudah di level internasional. Perdagangannya sudah lintas negara dan kekayaannya melimpah ruah.

Tapi mengapa masa mereka disebut masa JAHILIYYAH?

Karena mereka JAHIL dalam hal AGAMA.

Dulu saya pernah bahas ini bersama anak saya. Kami berdiskusi tentang gambaran jahiliyyahnya ini. Jahilnya seperti apa, sih?

Jahilnya mereka itu, kalau ketemu batu permata bagus, dijadikan sesembahan. Mereka jadikan tuhan. Ketemu pohon besar, dijadikan sesembahan. Ketemu batu besar, dijadikan sesembahan. Bikin patung sendiri, dijadikan sesembahan. Giliran patungnya dikencingi binatang, patungnya diganti, bikin patung baru untuk dijadikan sesembahan.

Seperti itu terus sampai akhirnya risalah kenabian turun untuk mencerahkan pemikiran mereka yang gelap akan hal ketuhanan.

Lah bagaimana dengan kita saat ini?‎ Sayangnya kita ternyata seperti kembali ke zaman jahiliyyah. Banyak yang muslim tapi pemikirannya jauh dari Islam. Contoh kasusnya adalah kejadian yang pernah dikisahkan seorang kawan saya yang menceritakan pengalaman pahit temannya yang kecewa tanaman di tanah miliknya ditebang tanpa ijin oleh tetangganya.

Pohon-pohon dan tanamannya ditebang begitu saj karena dianggap tempat tinggal mbak kunti. Padahal si pemilik tanah banyak menanam tanaman obat langka yang kaya manfaat di situ. Tapi semua habis dibabat dengan alasan yang konyol.

Saya mendengar ceritanya bercampur antara heran, geli, gemes, plus emosi. Pohon pisang rupanya ditakuti banget, ya? Trus, kalau misal itu memang tempat tinggalnya mbak kunti lalu pohon pisangnya ditebang, mbak kuntinya pindah ngekos ke yang nebang, gimana? Bisa dimintai bayar uang kos, dong. Hahaha.

Nanti nih, yaa... lain daerah lain lagi pohon yang ditakuti. Dulu depan rumah saya ada pohon pepaya. Suami saya yang menanam. Suatu hari temen ibu saya datang ke rumah berkunjung ke beliau.

Melihat pohon pepaya di depan rumah, teman ibu saya bilang katanya pohon pepaya membuat yang di dalam rumah jadi panas. Bawaannya suka ribut. Disuruh tebang. Saya ketawa aja denger crita dr ibu saya. Lah, kalau saya tebang, malah jadi ribut beneran ama suami saya, dong.

Ada lagi teman saya cerita ada seorang bapak yang meyakini kalau tanaman pandan juga jadi sarangnya makhluk alam lain. Jadi, kudu ditebang. Jika seperti itu, pisang, pepaya, dan pandan bisa punah, dong. Atau si bapak mungkin belum pernah merasakan nikmatnya kolak pisang atau bubur sumsum yang dikasih daun pandan di dalamnya. Wah, rugi banget, bapak!‎

Jika alasan menyuruh tebang pohon masih masuk akal, mungkin bisa saya terima. Seperti, jangan menanam pohon kersen dekat rumah karena nanti akar pohonnya bisa menjalar merusak pondasi rumah. Nah, yang demikian masih bisa saya dengarkan sarannya.

Tapi kalau pakai alasan ala mistis begitu, maaf, saya mah gak percaya. Pohon yang saya anggap buruk cuma pohon ghorqot yang ada dalam hadits tentang akhir zaman yang nanti jadi persembunyian kaum Yahudi. Makanya sekarang kaum Yahudi pada nanam pohon ghorqot ini.‎

Yuk, yang muslim jangan tunda mengilmui agamanya. Knowledge is power, itu yang jadi pegangan saya. Semakin kita mempelajari ilmu agama, semakin kita pede dalam menjalani hidup. Gak perlu takut ama hal-hal konyol macam itu. Bukan berarti saya gak percaya jin, ya?

Jin memang ada. Sama-sama makhluk Allah. Sama-sama punya kewajiban syariat. Punya tugas yang sama: beribadah kepada Allah. Bahkan disebutkan bahwa manusia punya kedudukan yang lebih mulia dari jin. Mosok lebih milih nebang pohon gegara takut sama hal yang gak jelas?

Coba, yuk, cari kajian ilmu tentang jin. Pelajari bagaimana jin itu dalam Islam, jenis-jenis jin, tempat tinggalnya di mana, bagaimana melindungi diri dari gangguan jin, apa saja dzikir-dzikir atau bacaan ruqyah, semua itu ada ilmunya.

Sudah tuntas diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu'alaihi wasallam. Bekali diri supaya tidak buta arah.‎

Islam turun untuk mengubah kegelapan pikiran menuju gemilang cahaya ilmu. Jangan sampai umatnya sudah dikasih tuntunan yang sempurna tapi pemikiran malah balik ke zaman baheula.

Na'udzubillahi min dzalik.

Na'udzubillahi an akuuna minal jaahiliin.

Allahumma faqqihna fid diin.

Barokallohu fiikum. [kbm]

-Ciangsana, 24 Januari 2020-

Oleh : Eky C. Pusparini

Getting Info...

Posting Komentar

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.