![]() |
| Ilustrasi Emak Super dengan tiga anak / Net |
Dear mbak TS yang rumah nya rapih dan selalu kinclong, pandai merawat anak rumah dan segala pernik yang ada di dalam nya. Biar ku ceritakan pada mu sedikit tentang kisahku, agar kau makin heran betapa aku sangat berantakan.
Aku seorang ibu rumah tangga beranak tiga bagai urutan tangga, 5 tahun, 3 tahun, dan 9 bulan. Hari hari ku selalu ramai, entah celoteh mereka, tangis, rengekan atau juga suara ku yang kadang menggelegar.
Pernah suatu ketika setengah hari aku harus berjibaku dengan PUP, kau tahu? saat gadis kinyis kinyis itu suatu yang menjijikan, tapi saat ini itu menjadi nikmat yang ruarbiasa saat aku bisa dengan ikhlas melakukannya.
Suatu hari di selepas waktu dzuhur, ku siapkan makan siang untuk dua jagoanku, setelah itu aku menina bobokan si bayi, cukup lama Asi nya sampai pinggang kencang rasanya, setelah itu ku datangi dua jagoanku yang sedang bermain di tempat mereka makan tadi, bermain mobil-mobil kecil di antar nasi yang tercecer, sulungku beranjak ke kamar mandi "menyetor" isi perutnya yang pagi belum sempat ia setor.
Ku ceboki ia, beranjak aku ke sing untuk membersihkan piring piring kotor, terdengar tangisan nyaring dari kamar, bayiku terbangun, kutinggalkan dan lanjut mengAsihi nya, bukannya tidur bayiku justru melek sempurna, cek ricek ternyata dia PUP, lanjutlah ku ceboki dan bersihkan popoknya, mengganti lalu menyusuinya kembali..
Selesaikah? belum, ketika beranjak ingin melanjutkan pekerjaan ternyata si tengah buru-buru menuju kamar mandi untuk mengikuti jejak adik bayinya, PUP.
Baiklah piring sabar sebentar ya, (melirik piring piring kotor)
Selesai juga urusan perPUPan, ini saat nya ku pusatkan konsentrasi pada piring kotor juga sayuran yang harus ku olah. Satu dua piring ku sabuni, tiba-tiba mulas melanda jiwa, dan aku harus segera menyelesaikan dengan tuntas.
Tergesa ku duduk di Water Closet, dalam sekali tarik nafas, tiba tiba ada jeritan histeris tepat di depan pintu kamar mandi, kau tahu? dua bujangku sedang menghalangi adik bayinya yang merangkak mendekati kamar mandi. Ttahukah rasanya menahan hasrat yang belum tuntas seperti apa? sakit!! sakit dari pada putus cinta. haha.
Maka secepat kilat ku raih tubuh si bayi dan mendudukan nya di sebelah pahaku untuk melanjutkan hasrat yang tertunda, oh tuhan legaa legaa, jangan tanya bagaimana caraku membersihkan diri, itu rahasia.
Adzan ashar berkumandang, piring piring kotorku belum selesai, jamuran diluar belum di angkat, menu untuk suami tercintah masih utuh berbentuk sayur mentah. Jangan tanya bagian dalam dan tengah rumah, mainan bercecer dimana mana, pakaian yang kemarin belum sempat di lipat apa lagi di setrika, bagiku bisa makan untuk isi ulang tenaga saja sudah prestasi.
Lalu bagaimana saran mu yang mestinya aku sering sering mengajak anak main diluar? tahukah bagiku rumah adalah tempat ternyaman untuk sekedar guling guling bersama bayi dan balitaku.
Aku emak beranak tiga urutan tangga, tanpa ART, mengurus segala printilan dari depan sampai belakang sendiri, dan meskipun suami sudah turun tangan membantu banyak pekerjaanku tapi ini tetap tidak banyak merubah keadaan pelik di siang hari. Berharap rumah kinclong seperti punya mu, tapi apa daya aku tak mampu.
Cukup bagiku bisa menyuapi bocah dan bayi dengan makanan fresh bukan sisa, memasakan menu makan untuk suami, juga mengibas PUP mereka bergantian, sudah alhamdulillah. Prestasi yang uwow. (lebay)
Yah itu lah aku dengan segala printilannya, cape ya bacanya gak kelar kelar, haha.
Ini belum detil rengekannya, ributnya, tangisnya, tantrumnya, belum pulak tantrum emaknya😂
Maka mbak, jangan heran dengan sesuatu yang beda dari mu, coba kau tengok dari sudut pandang lain, beruntunglah dirimu bisa rapih bersih setiap hari, cukup ucapkan alhamdulillah tanpa mengganggap buruk ibu yang tak bisa serapih dirimu.
Akupun sebetulnya pecinta kebersihan dan kerapihan, bahkan sengantuk apapun aku tak bisa tidur di kasur yang selimut dan sepreinya berantakan, tapi kini apa yang kulakukan harus cepat dan sigap, hidupku bukan hanya milik pribadiku, semua sudah tentang mereka. Kadang berharap bisa beberes saat mereka terlelap, tapi lagi lagi takdirku justru aku yang cepat sekali terpejam sebelum jagoan jagoanku.
So, sudahi saja rasa heran, bingun, gak abis fikir terhadap sesuatu yang beda dari mu, ini tidak akan berujung, bahkan sampai kiamat pun akan selalu ada perbedaan. Ini fitrah alam mbak, bukan aturan telak. Hidupku hidup mu, rule mu rule ku, manner mu manner ku, jangan lukai hati para ibu dengan statemen yang menyakiti, tidak ada ibu yang menginginkan sebuah keburukan, tidak ada ibu yang tidak cinta kerapihan, biarlah masing masing kita menikamati hidup kita dengan cara kita, benahi saja apa yang ada di hadapan sebisa kita.
Bagiku yang terpenting adalah ikhlas menjalani peran ibu dan istri dirumah, agar baiti jannati terwujud hingga nanti melanjutkannya di hari akhir yang abadi.
#salam_untuk_semua_emak_strong [kbm]
Oleh : Faridh ELkhansa
