Notification texts go here Contact Us Buy Now!

Durian Yang Tak Kunjung Padam

Durian
Durian / Net

Pulang kerja sore ini badan terasa pegal-pegal semua. Kemarin sore pulang kerja naik sepeda motor diguyur hujan deras karena terlupa bawa jaket apalagi mantel. Dampaknya seharian ini badan terasa sakit-sakit sejak pagi sampai sore duduk bekerja di kantor tadi.

Sampai di rumah bukan saja badan yang terasa pegal-pegal, otak di dalam kepala pun ikut terasa pegal dan berdenyut berirama tak jelas juntrungannya. Syaraf otakku refleks menginformasikan ke indera penciuman tentang kedatangan suatu unsur senyawa aroma gas mercaptan yang menyengat dan menginstruksikan mulut untuk segera berucap :

"Siapa ini yang tega bawa durian masuk ke dalam rumah ??"

Si sulung, si tengah dan si bungsu saling berpandangan..

"Gak tau umi," jawab mereka nyaris berbarengan dan saling berpandangan satu sama lain.

"Mana mungkin kalian gak tau..
Kan kalian udah ngerti kalo umi paling gak suka durian dibawa masuk rumah..
Bau durian itu berasa nempel dimana-mana.. di kamar tidur .. di ruang tengah..di dapur apalagi.. sampe semua makanan di bawah tudung saji ini udah bau durian semuaa.. ya Allah.. siapalah ini yg bawa durian ini masuk rumah ??"
Sesalku seraya mengomel panjang kali lebar kali sisi sambil menunjuk ke lima buah durian yang bergeletakan dengan riangnya di sisi kanan bawah meja makan.

"Aku tadi yang bawa durian ke dalam rumah, kenapa rupanya ??" Suara bass suamiku tetiba menghentikan omelanku.

"Ya Allah ... Ayah.. minta tolong.. umi kan udah sering bilang kalo ada durian cukup diletak sampe teras aja. Kalo mau pesta durian sekalipun cukup diluar aja jangan dalam rumah.. biar jangan seisi rumah ini bau durian semua.. pliiis ayaah... " Ucapku memohon seraya mengatupkan dua tangan ke hadapan suamiku.

"Durian ini nikmat dari Allah.. ini jenis buah halal.. jadi jangan dibuat macam berhadapan dengan buah yang haram ..," seperti biasa suamiku ini pun tak mau kalah akan berceramah tentang keutamaan buah durian dan pentingnya mensyukuri nikmat dan karunia Allah.

Akhirnya aku pun terdiam. Malas melanjutkan diskusi tak berujung ini. Aku masuk ke dalam kamar. Kudengar suara ayah dan anak mengomentari buah durian ketika dibelah.

"Wuuiiih.. mantap kali ini duriannya.. durian emas ini kan ayah.. dagingnya tebal.. wuiih bijinya keciil.." Terdengar suara si sulung disambut riuh tepuk tangan si tengah dan si bungsu dan suara ayahnya berkali-kali mengucap ma sya Allah.
Sebenarnya penasaran juga ingin tau seperti apa tekstur durian yang baru dibuka itu tapi aku terlalu gengsi untuk ikut nimbrung bersama mereka setelah omelan panjang tadi.

Lima belas tahun berumahtangga ternyata tidak menjadikan suamiku paham bahwa aku sangat tidak suka buah dengan aroma yang menyengat itu. Juga termasuk jengkol, pete serta derivatnya. Biasanya dampaknya langsung terasa pusing dan terasa tidak semangat untuk beraktifitas kalau terus menerus berinteraksi dengan baunya yang menyengat itu.

Tidak tau entah kenapa. Mungkin imajinasiku yang terlalu liar mengembara dan merekatkan respon permanen pada saraf memori otak sehingga aku sangat alergi terhadap bau durian. Sehingga meskipun sekiranya ada sebutir durian terletak di dapur aku merasa baunya sudah merebak bukan saja ke seluruh ruangan di dalam rumah tapi sampai ke teras bahkan ke seantero kompleks perumahan. Iya asli. Asli lebaynya. Ditambah lagi aku pernah mendengar ceramah Ustadz sejuta viewer yang kata beliau malaikat akan menjauh selama tiga hari dari orang yang memakan makanan dengan bau menyengat. Makin bertambah pula alergiku dengan aroma durian itu tadi.

Sekarang di kabupaten tempat tinggal kami sebuah kabupaten perbatasan antara Sumatera Utara dan Sumatera Barat sedang musim durian. Sepanjang jalan lintas Sumatera yang kulalui setiap pergi dan pulang dari kantor durian seolah membanjiri pinggiran jalan. Alhamdulillah aku selalu pakai masker rapi ditambah helm safety jadi aroma durian agak lebih terkontrol sirkulasinya tidak langsung menerpa indera penciumanku yang sensitif ini.

Alhamdulillah akhirnya sampai di rumah dengan selamat. Baru turun dari sepeda motor. Aku sudah disambut lagi dengan aroma durian.
Ya Allah.. ini durian kenapa seperti tidak ada habisnya..

Aku terpana melihat tumpukan durian yang tinggi di teras tumah.. mungkin ada sekitar duapuluhan buah durian di sana.
Ya Allah kenapalah durian ini tiada henti mengalir ke rumah kami. Ada saja orang yang memberi durian. Entah dari kampung lah. Dari saudaralah. Dari tempat tugas suamilah. Sudah sering juga durian ini dibagi-bagikan ke sana sini, eh selang sehari dua hari malah datang lagi.
Ini entah darimana pula datangnya. Banyaknya bukan main. Semakin aku tidak menyukainya semakin berdatangan rezeki durian ke rumah kami.

Kurogoh tas mengambil hp. Mencoba menelpon suami.

"Assalamualaikum bang"

"Wa'alaikumussalam dek"

"Bang mau nanya ini kenapa ya di teras rumah banyak kali durian.. durian siapakah gerangan ini"

"Oh itu durian tabungan dek"

"Mmaksudnyaa ??'

"Iya kami dari kantor ada agenda mau makan-makan durian tiga hari lagi. Jadi mulai hari ini siapapun boleh membawa durian dari tempat yang berbeda.. "

"Terus apa hubungannya dengan durian yang udah ada di teras rumah kita ini Bang ??"

"Hubungannya itu yang udah ada di teras rumah kita itulah durian yang sudah dibawa pak Jamal, pak Agus dan pak Sabar. Karena rumah kita searah dengan kantor jadi semua sepakat tempat mengumpulkan duriannya di rumah kita .. jadi nanti kalau ada lagi yang antar durian ke rumah diterima aja yaa.. karena itu durian tabungan untuk pesta durian tiga hari lagi, begitu Dekku sayaaang ...,"

"Whhaaaaattt .... ?!??!'
Seketika lututku lemas dan pandangan berkunang-kunang membayangkan dalam tiga hari ini aku harus membaui aroma duriaaaan yang tak kunjung padam .... [kbm]

*Asli Fiksi, fiksi asli

Bumi Mandailing
24 Januari 2020

Oleh : Aisyah Syihab

Getting Info...

Posting Komentar

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.