Notification texts go here Contact Us Buy Now!

Banjir Itu....

Demo Banjir Jakarta
Demo Banjir Jakarta / Net

Hari ini beranda sosmed penuh dengan berita demo sepasang aktivis (katanya) yang menggugat gubernur DKI untuk mundur karna bencana banjir. Semngat berapi api dalam berorasi, mengesampingkan norma dan logika demi menhujat sang gubernur. Mengatas namakan seluruh warga DKI Jakarta yang katanya kecewa dengan kinerja gubernur, dan mendesak gubernur tau diri untuk mundur.

Saya kok jadi tergelitik jiwa nyinyir melihat kelakuan dua makhluk Tuhan paling unik ini, terutama ibu Dewi.
Sayang sekali namanya tak seindah kelakuannya.
Saya sebagai rakyat, dan bukan warga DKI, bukan pula terlalu mengidolakan sang gubernur, tapi melihat dari sisi logis dan kewajaran, jelas saya bilang kalo demo itu gak logis dan gak wajar. Bahkan kesan norak dan dipaksakan jelas sekali.

Ibu Dewi bukan warga Jakarta, terus kenapa tiba tiba muncul bak pahlawan dan mengatas namakan warga Jakarta.
Kalo memang mau ada demo demoan, apa tidak ada di Jakarta aktivis yang bersedia demo, sehingga harus "booking" dari luar daerah?

Dan saya kok melihatnya, Dewi ini sangat sadar kalo tindakannya bakal banyak dihujat oleh masyarakat, tapi seperti putus urat malunya. Saya justru mencium aroma memperkeruh suasana demi mengalihkan perhatian rakyat.

Gak penting sepertinya anggapan masyarakat kepadanya, yang penting dia sudah melakukan sesuai pesanan.
Semakin rakyat gak suka dengannya, semakin senang, karna iti memang tujuannya untuk memancing emosi,

Jika emosi kita terseret ketika melihat sepak terjang Dewi ini, maka emosi yang seharusnya kita limpahkan kepada kasus kasus lain yang lebih besar, akan teralihkan.
Kita akan lengah dengan kasus OTT KPK, kita bakal gak terus mengawal kasus Jiwasraya gate, kasus Asabri, karna kita bakal sibuk dengan kelakuan si Dewi ini.
Dan artinya, justru Dewi bakal dapat bonus besar dari sang pembuat skenario dibalik sikap "menyebalkan" Dewi.

Banjir bukan hal baru di Jakarta, dan pasti banjir juga menjadi agenda kerja utama, siapapun gubernurnya. Segala keputusan atau kebijakan pasti untuk mencari solusi terbaik.
Gak usahlah terlalu di dramatisir, seolah gubernur sekarang gak becus kerja, padahal segala cara dan program sudah dilaksanakan. Jadi kalo kasus banjir yang diangkat oleh para aktivis dadakan itu, satu kata yang bisa saya beri buat mereka
"NORAK" dan kurang cerdas.

Jangan pernah kita "terbuai" dengan ucapan sampah dari mulut Dewi, karna kasus lain yang lebih besar lebih butuh perhatian kita sebagai rakyat..

Jangan lagi kita hanya pasrah ketika para pemakan uang rakyat itu bisa melenggang dengan santai.. [kbm]

#sruput kopi lagi
Banten 15-01-2020

Oleh : Rafika Duski Anwar

Getting Info...

Posting Komentar

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.