![]() |
| Ilustrasi Ayam Geprek / Net |
Sepuluh menit menunggu, akhirnya dua porsi ayam geprek pesananku datang bersama sepiring nugget dan french fries. Tak lupa dua gelas besar cokelat milkshake.
"Taruh dulu HP nya Sayang, ayuk makan mumpung masih panas," titahku kepada Yuri, putriku tercinta yang berusia sebelas tahun.
Yang disuruh cuma mengerling saja, kemudian kembali ke layar iPhone di genggaman.
Tepat di meja sebelahku, pasangan muda berpakaian sederhana bersama anak lelaki berusia kira-kira tujuh tahun juga baru saja diantarkan pesanannya. Kulihat tiga porsi ayam geprek beserta dua gelas es teh dan segelas jus alpukat untuk si anak.
Hmmm mungkin mereka lagi ngirit, pikirku kepo.
Aku mulai menggigit french fries saat kudengar si ibu berkata, "Ya Allah, Yah. Kok porsinya jumbo gini gepreknya. Bunda ga bakal habis nih."
"Ya udah, Bund kita sharing aja, dua porsi untuk bertiga, daripada mubazir," sahut sang lelaki.
Hakkk, bilang aja mau ngirit, ntar pasti yang seporsi bakalan ditapau buat makan di rumah. Malu-maluin aja tapau sisa makanan.
Kuamati cara keluarga kecil itu makan, yah kebetulan aku lagi ga ada kerjaan. Ga ada salahnya aku kepoin orang kan?
Ahhh, mereka terlihat sangat menikmati makanan mereka sampai tandas. Mereka bercengkrama satu sama lain,saling sharing, saling icip minuman bahkan suap-suapan.
Beda sekali dengan aku dan putri kecilku yang makan dalam diam. Paket ayam geprek dalam piringku baru berkurang beberapa suap, tapi Aku sudah tidak berselera.
"Ma, entar kita beli es krim ma cheese cake aja ya, aku males deh makan nasi," kata putriku. Sambil mengelap mulutnya bekas menyedot milkshake dengan tissue. Kemudian meletakkan tissu kotor itu diatas ayam geprek miliknya yang belum tersentuh sama sekali.
"Ya udah, gapapa Sayang, Mama juga lagi ga selera makan. Yuk kita jalan." Aku menyetujui saja usulan putriku. Meninggalkan sisa makanan berharga ratusan ribu itu begitu saja tanpa merasa sayang.
Saat di tempat parkir, kulihat keluarga kecil itu juga keluar dari restoran. Benar dugaanku mereka mentapau seporsi ayam geprek mereka yang tidak termakan tadi.
Hmmm, kenapa tadi tidak kukasihkan saja sisa makananku kepada mereka? Pasti mereka senang.
Entahlah hari ini aku kepo setengah mati sampai-sampai mataku masih mengekori saat sang anak menarik tangan ibunya memberi tahu kalau ada pemulung lewat.
Kemudian si ibu menyuruh anaknya untuk memberikan paket ayam geprek itu kepada sang pemulung beserta beberapa lembaran merah dari tangannya.
Aku masih melongo saat mereka masuk ke dalam mobil super mewah yang terparkir di sebelah mobil sederhana milikku. [kbm]
Timit
*Tapau : bungkus untuk dibawa pulang
Oleh : Velove Alena
