![]() |
| Ilustrasi Jalan Malam Sendirian / Net |
Sekitar jam 2 dini hari,aku tiba tiba terbangun dan ada yang membisikku di telinga,entah itu siapa aku tidak tahu.Aku disuruh keluar dari desa tidak memakai sandal ataupun jilbab,hanya gamis yang melekat di badanku.
Aku berjalan pelan pelan,supaya tidak ketahuan orang rumah,sampai aku berhasil keluar dari rumah ,tanpa membawa apapun. Setelah itu aku jalan dengan cepat supaya bisa keluar dari desa ku.
Selang berapa menit aku berhasil keluar dari desaku, seseorang yang membisikku mengajakku untuk menyelusuri kuburan dan membisikkan jangan takut masuk kuburan, berjalan lah.
Aku berjalan dari desa satu ke desa laen melewati rumah rumah, sawah,kebun dan sungai.Setelah perjalanan sekitar 30 menitan aku melewati tempat pemakaman pertama di salah satu desa terlihat sunyi sepi gelap.Sebenarnya di hatiku ada rasa ketakutan ,dalam hati bertanya kenapa aku ikuti bisikan ini.Tapi,aaaahhhh....sudahlah ,terlanjur dah jalan juga.
Selesai melewati makam pertama,aku berjalan lagi ke sebuah desa, terlihat ada pemakaman aku pun coba tengok ,gelap sepi .
Aku masih berjalan,menyelusuri sungai sungai mengikuti alur sungai .Sampai lah di sebuah desa ke tiga , terlihat ada pemakaman seperti makam zaman dulu,makam yang terlihat gelap ,sepi dan di bentengi besi keliling dan akupun cuma melewatinya.Aneh ya, kenapa makam itu di benteng di sekeliling dan kanan kiri seperti kebun.Seperti pemakaman khusus orang tertentu.
Keadaan masih gelap,orang orang masih tidur.Akupun masih melanjutkan perjalanan ku untuk menyusuri kuburan.bisikkan itu selalu ada di telingaku.nok jangan takut,aku menemani mu.terus lah berjalan.
Kaki ku tetap melangkah,melewati jalan yang sepi supaya tidak ada yang melihatku,aku ambil pintas melewati perkebunan,semak semak.Ketemulah desa ke empat aku menyusuri melewati pojok desa ,hingga terlihatlah pintu masuk makam dengan benteng cat hijau kombinasi warna emas sungguh megah,tapi tidak bisa masuk ke makam karena terlihat seperti di kunci.Yasudahlah,aku berjalan lagi sampai kakiku gemetar ran takut ketahuan ada orang yang melihat ku.
Bisikkan itu masih saja,Nok berjalan terus jangan takut.Semakin mantap aku berjalan sambil bertanya dalam hati ,apaan sih ini....jalan mulu.
Aku berjalan agak cepat melewati sawah, perkebunan lagi,hingga gamisku sedikit basah yang bawah.Lelah,tapi terus berjalan hingga aku menemukan desa ke lima,terlihat sepi sunyi Karena orang orang masih terlelap tidur.Pelan tapi pasti,aku menelusuri pojok desa terlihat makam sangat sederhana akupun bergegas masuk,terkejut seketika gak tau harus bilang apa,Masya Allah kuburan desa yang aku pijak terang .Terlihat di tempat pemakaman itu seperti ada yang mengelilingi tasbih kecil yang bersinar ,setiap makam ada yang bersinar banyak dan ada yang cuma sedikit.Aku gak bisa berkata apa apa,cuma memandangi kuburan per kuburan ,kaki ku terus melangkah.Dan bisikan itu hilang seketika setelah aku melihat cahaya.
Adzan subuh berkumandang ,aku lekas keluar dari tempat pemakaman.Lagi,lagi aku berjalan hingga menunggu pagi datang.Terlihatlah jalan raya,tapi bingung mau pulang bagaimana.Posisi tidak bawa uang,gamis basah,tidak pakai sandal dan jilbab.Akupun beranikan menyetop angkutan yang kebetulan tidak ada penumpang, Alhamdulillah berhasil .Aku hanya ke sopir ,pak membayar ya kalau sudah sampai rumah ya .Uang saya ketinggalan.Alhamdulillah si bapak menjawab dengan tulus,iya mbak saya antarkan sampai rumah.
Dan sampai saat ini pun ,aku belum bisa menyimpulkan kuburan yang bercahaya itu. [kbm]
*******
Kisah tahun 2019
Menjelang malem sahur
Oleh : Ana Listyana
